Sabtu kemarin, tanggalan kantor enggak merah, jadi aku masuk sesuai jam kerja seperti biasanya. Jenuh kalo sabtu masuk kerja, aku lihat jam kok kerasa jarumnya mandek ... lama banget nunggu jam 17.00 teng!
Hari itu juga, sudah lama aku gak berdebat ma Bos besar untuk kategori Bos Indonesia, senang rasanya aku bisa menang argumen. Karena aku ngerasa benar, saat argumen aku cuma memandangnya sambil tersenyum dan ketawa, lalu berkata, saya dah setahun ngerjain ini Pak enggak mungkinlah saya salah. Tenang saja Pak, dulu waktu pertama menerima tugas ini saya juga berpikir seperti yang bapak pikir tapi masalahnya mereka punya sistem baku sendiri. Kalo Bapak merasa kekeh yasudah,
tanyakan saja ke Manager itu! Bapak kan yang orang ekonomi, sementara background saya jauh dari ekonomi. Yang penting peng-kode-an saya sudah benar.
Jujur saja, kadang aku pengen ninju dia, aku nilai dia seperti Gusdur, bikin struktur baru, lempar sana-sini, ditinggalin anak buahnya satu-persatu dll. Sebenarnya kadang aku ngerasa saat adu argumen, banyak ilmu yang udah dia beri tanpa terasa. Cuma itu, gaya gusdurnya itu lho.
Pernah ke-2 temanku hampir berantem karena dia mengganti struktur yang sudah ada tanpa pemberitahuan. Sebenarnya itu berdampak pula sama aku yang jadi nambah kerjaan gara-gara itu. Mestinya meskipun kita kuli, tetap saja harus ada pemberitahuan
terlebih dahulu! Ah ya sudahlah, dia kan punya power, dari dulu toh jobdesku semakin lama semakin nambah gak jelasnya hahaha.
Enaknya sama dia, mo telat/gak masuk/cuti, ijinnya gampang sekali, cuma lewat telfon saja selesai tanpa harus ngisi form pengajuan cuti, ijin dll.
Dia cuma memerintah sekali, kasih tugas, kasih deadline, selebihnya tergantung kita-nya...banyak ide, improvisasi hoho dia seneng banget!
Aku gak pernah takut adu argumen ama dia meski dia pernah ngelemparku ke departemen lain, entah karena ingin menyelamatkan posisiku atau dia sedang menjalankan strategi manajemen baru. Pernah kejadian, anak buahnya meninggalkannya, dan dia mencoba
mengerjakan itu sendiri. Tapi akhirnya dia minta tolong sama aku, fit help me, tolonglah load saya sudah terlalu banyak.
Dalam hati gue, itu kan ulah bapak sendiri bukan ? Tahun kemarin sudah banyak anak buahnya meninggalkannya, tapi aku pikir ulahnya itu dibuat karena taktik manajemen saja.
Di sisi lain, kalo minggu-minggu tegang ini, bulan-bulan tegang ini hasilnya aku bagus, pada saat itu pula aku akan meminta bantuannya.
Yah cuma dia, karena gak mungkin aku minta ke yang lain... dan aku bisa terbebas dari semua ini.
Semoga aku berhasil, tahun ini sangat penting bagiku Ya Alloh, aku mohon kabulkanlah... amiin
Hari itu juga, sudah lama aku gak berdebat ma Bos besar untuk kategori Bos Indonesia, senang rasanya aku bisa menang argumen. Karena aku ngerasa benar, saat argumen aku cuma memandangnya sambil tersenyum dan ketawa, lalu berkata, saya dah setahun ngerjain ini Pak enggak mungkinlah saya salah. Tenang saja Pak, dulu waktu pertama menerima tugas ini saya juga berpikir seperti yang bapak pikir tapi masalahnya mereka punya sistem baku sendiri. Kalo Bapak merasa kekeh yasudah,
tanyakan saja ke Manager itu! Bapak kan yang orang ekonomi, sementara background saya jauh dari ekonomi. Yang penting peng-kode-an saya sudah benar.
Jujur saja, kadang aku pengen ninju dia, aku nilai dia seperti Gusdur, bikin struktur baru, lempar sana-sini, ditinggalin anak buahnya satu-persatu dll. Sebenarnya kadang aku ngerasa saat adu argumen, banyak ilmu yang udah dia beri tanpa terasa. Cuma itu, gaya gusdurnya itu lho.
Pernah ke-2 temanku hampir berantem karena dia mengganti struktur yang sudah ada tanpa pemberitahuan. Sebenarnya itu berdampak pula sama aku yang jadi nambah kerjaan gara-gara itu. Mestinya meskipun kita kuli, tetap saja harus ada pemberitahuan
terlebih dahulu! Ah ya sudahlah, dia kan punya power, dari dulu toh jobdesku semakin lama semakin nambah gak jelasnya hahaha.
Enaknya sama dia, mo telat/gak masuk/cuti, ijinnya gampang sekali, cuma lewat telfon saja selesai tanpa harus ngisi form pengajuan cuti, ijin dll.
Dia cuma memerintah sekali, kasih tugas, kasih deadline, selebihnya tergantung kita-nya...banyak ide, improvisasi hoho dia seneng banget!
Aku gak pernah takut adu argumen ama dia meski dia pernah ngelemparku ke departemen lain, entah karena ingin menyelamatkan posisiku atau dia sedang menjalankan strategi manajemen baru. Pernah kejadian, anak buahnya meninggalkannya, dan dia mencoba
mengerjakan itu sendiri. Tapi akhirnya dia minta tolong sama aku, fit help me, tolonglah load saya sudah terlalu banyak.
Dalam hati gue, itu kan ulah bapak sendiri bukan ? Tahun kemarin sudah banyak anak buahnya meninggalkannya, tapi aku pikir ulahnya itu dibuat karena taktik manajemen saja.
Di sisi lain, kalo minggu-minggu tegang ini, bulan-bulan tegang ini hasilnya aku bagus, pada saat itu pula aku akan meminta bantuannya.
Yah cuma dia, karena gak mungkin aku minta ke yang lain... dan aku bisa terbebas dari semua ini.
Semoga aku berhasil, tahun ini sangat penting bagiku Ya Alloh, aku mohon kabulkanlah... amiin
Comments